Saya Muhammad Eri, yang lahir dan besar di Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, memiliki pandangan yang cukup tajam tentang perkembangan desa dan masa depan generasi muda di kampung halaman saya. Tumbuh dari lingkungan pedesaan yang kental dengan budaya gotong royong dan kehidupan agraris, saya memahami betul tantangan sekaligus potensi yang dimiliki oleh desa saya.
Menurut saya, Desa Penganten bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk tumbuh dan berkontribusi. Saya melihat bahwa banyak pemuda desa yang sebenarnya memiliki kemampuan dan semangat tinggi, namun sering kali kurang mendapatkan akses terhadap informasi, pendidikan, maupun peluang usaha. Hal ini, menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian generasi muda memilih merantau ke kota.
Saya berpendapat bahwa perubahan desa harus dimulai dari kesadaran warganya sendiri, terutama para pemuda. Saya pun meyakini bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai penggerak inovasi. Dengan memanfaatkan teknologi dan kreativitas, desa bisa berkembang tanpa harus meninggalkan identitasnya. Misalnya, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa dapat dikembangkan dengan metode modern, pemasaran digital, hingga pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah.
Selain itu, saya juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan mau merangkul ide-ide baru. Sebab, pemimpin desa seharusnya tidak hanya menjalankan rutinitas pemerintahan, tetapi juga menjadi fasilitator bagi masyarakat untuk berkembang. Saya berharap ada ruang dialog antara pemerintah desa dan pemuda agar ide-ide segar bisa diwujudkan secara nyata.
Dalam pandangan saya, kemajuan desa tidak selalu harus identik dengan pembangunan fisik semata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, serta semangat kebersamaan justru menjadi fondasi utama. Saya percaya bahwa jika masyarakat desa memiliki pola pikir yang maju dan saling mendukung, maka perubahan positif akan terjadi dengan sendirinya.
Sebagai pemuda yang lahir dan dibesarkan di Desa Penganten, saya, Muhammad Eri menyimpan harapan besar agar desa ini bisa menjadi contoh desa yang mandiri, inovatif, dan tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal. Karena membangun desa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus di masa depan.


